Target penutupan sampai Desember

Presiden Prabowo Subianto menargetkan 700 badan usaha milik negara ditutup hingga Desember 2026 sebagai bagian dari efisiensi dan konsolidasi perusahaan pelat merah. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Jakarta, Kamis, ia menyebut 364 BUMN sudah dikonsolidasi, ditutup, atau disederhanakan dari total sekitar 1.074 entitas.

Yang merugi dan tidak efisien dibubarkan

Menurut Presiden, penataan diarahkan pada perusahaan yang terus merugi, tidak efisien, hingga yang diduga menyusun laporan keuangan palsu. Pengelolaan dipusatkan pada BUMN yang mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menyatakan konsolidasi ini berjalan dalam dua tahun masa pemerintahannya.

Sebagian sudah mencatat laba

Prabowo menyebut sejumlah BUMN yang sebelumnya tidak untung kini membukukan laba, dengan kenaikan keuntungan yang ia sebut berkisar dari 200 persen hingga 900 persen pada beberapa perusahaan. Ia menempatkan konsolidasi dan efisiensi BUMN sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan ekonomi nasional di tengah tantangan yang dihadapi Indonesia.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗