Satu pintu informasi geologi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi meluncurkan MAGMA Indonesia versi terbaru di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/10). Aplikasi ini memuat informasi aktivitas gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah dalam satu layanan, serta kini hadir sebagai aplikasi multiplatform yang dapat diakses melalui web, Android, dan resmi tersedia bagi pengguna iOS.

Sepuluh pembaruan fitur

Versi baru membawa 10 pembaruan utama. Salah satunya Geohazard Location Awareness, yang mengenali posisi pengguna terhadap kawasan rawan bencana. Pembaruan lain mencakup pemantauan visual CCTV dan live seismogram yang lebih stabil, riwayat aktivitas kebencanaan, serta integrasi data melalui Application Programming Interface. Untuk peringatan dini, sistem memakai Common Alerting Protocol sebagai format standar.

Dari data ke aksi dini

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan pengembangan MAGMA Indonesia diarahkan agar informasi kebencanaan mendorong tindakan yang lebih cepat dan tepat, sehingga masyarakat mampu melakukan aksi dini yang tepat sasaran. Wakil Menteri ESDM Yuliot meminta hasil pemantauan diterjemahkan menjadi rencana aksi di setiap kementerian dan lembaga, sementara integrasi API membuka akses data bagi BNPB, BPBD, dan pemangku kepentingan lain di sistem masing-masing.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗