Sasaran dan lokasi pembangunan

Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Kota Lhokseumawe, Aceh, untuk mempercepat pemulihan tempat tinggal warga yang rumahnya hilang atau rusak akibat bencana 25 November 2025. Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Furqan, menjelaskan 56 unit dibangun di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, dan 10 unit di Gampong Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua. Lahan yang tersedia di Padang Sakti sekitar empat hektare, sedangkan jumlah unit disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana penempatan.

Penerima dan kelayakan lahan

Pemilihan lokasi mempertimbangkan aspek keamanan dan kelayakan lahan, dan kedua titik telah memperoleh rekomendasi Badan Geologi Pusat. Unit di Padang Sakti diperuntukkan bagi warga terdampak dari Gampong Blang Naleng Mameh, Blang Panyang, dan Padang Sakti. Sementara 10 unit di Gampong Cut Mamplam dialokasikan untuk warga Gampong Jambo Timu, Kecamatan Blang Mangat, serta penyintas longsor di Kecamatan Muara Dua.

Target penyelesaian dan metode kerja

Manajer Proyek PT Sarjis Agung Indra Jaya, Syahril, menyebut pekerjaan sudah berjalan hampir satu bulan dengan progres keseluruhan sekitar tujuh persen dan target seluruh unit selesai pada Desember 2026. Rumah tipe 36 dibangun dengan sistem panel yang diproduksi di bengkel kerja di Binjai, Sumatera Utara, lalu dikirim ke lokasi. Elevasi bangunan dibuat lebih tinggi dari jalan lingkungan untuk mengurangi risiko genangan, sementara sekitar 85 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal dengan jadwal kerja yang menyesuaikan ketentuan adat setempat.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗