Volume yang dipotong

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengumumkan Indonesia mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura pada Sabtu ini. Pengurangan mencakup 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera. Djoko menegaskan tidak ada negara lain yang mengalami pengurangan karena jaringan pipa gas tersebut hanya mengarah ke Singapura.

Sejalan dengan arah pemerintah

Pernyataan itu selaras dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, yang pada Rabu (21/10) menyampaikan rencana tidak memperpanjang ekspor gas ke negara tetangga. Bahlil juga menyebut akan mengevaluasi ekspor gas untuk mengoptimalkan konsumsi dalam negeri seiring rencana pembangunan industri hilirisasi petrokimia yang berbahan baku gas.

Komposisi ekspor dan domestik

Bahlil, yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menjelaskan 30 persen produksi gas Indonesia diekspor sementara 70 persen dipakai untuk konsumsi domestik. Komposisi itu yang akan dikaji ulang pemerintah untuk mendukung penyerapan gas di dalam negeri.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗