Investasi mengikuti kebutuhan listrik

RUPTL 2025–2034 merencanakan tambahan kapasitas pembangkit 69,5 gigawatt. BKPM memperkirakan kebutuhan itu menciptakan peluang investasi Rp2.133,7 triliun, termasuk Rp1.341,8 triliun untuk energi terbarukan melalui produsen listrik independen.

Porsi energi terbarukan dominan

Dari kapasitas tambahan, 42,6 gigawatt direncanakan berasal dari energi terbarukan, 10,3 gigawatt dari penyimpanan energi, dan 16,6 gigawatt dari pembangkit fosil. Tenaga surya menjadi komponen terbarukan terbesar dengan target 17,1 gigawatt.

Realisasi bergantung pada eksekusi

Peluang investasi mencakup pembangkit, jaringan, penyimpanan, dan industri pendukung. Dampaknya baru terwujud bila proyek mendapat pembiayaan, kepastian regulasi, kesiapan jaringan, serta tenaga kerja yang sesuai.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗