Pengerahan aparat
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan sekitar 70.000 anggota kepolisian dan gendarmerie akan dikerahkan untuk menjaga keamanan aksi unjuk rasa lanjutan pada Sabtu. Dalam konferensi pers Jumat (23/10), Nunez menyebut personel militer serta unit khusus elite dari kepolisian dan gendarmerie juga dilibatkan. Puluhan ribu petugas itu tidak akan langsung menjaga ketertiban di lokasi aksi, melainkan mengamankan gedung-gedung dan menjalankan tugas pendukung bagi aparat penegak hukum.
Peralatan yang disiapkan
Selain personel, Nunez menyebut helikopter, pesawat nirawak, kendaraan lapis baja, dan meriam air disiapkan untuk pengamanan. Sejumlah institusi budaya di Paris sudah lebih dulu menutup layanan menjelang aksi nasional tersebut.
Latar gelombang protes
Aksi protes di Prancis dimulai pada pertengahan September, ketika pelajar sekolah menengah dan mahasiswa di pinggiran Paris turun ke jalan menuntut perbaikan sistem pendidikan serta kondisi sekolah. Gerakan itu kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat yang kecewa atas kenaikan harga sehingga meluas ke berbagai wilayah. Demonstrasi terbesar terjadi pada Sabtu pekan lalu (17/10) dengan sekitar 550.000 peserta menurut Kementerian Dalam Negeri, dan aparat menggunakan gas air mata, granat setrum, serta meriam air untuk menghadapi massa.
Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.
Baca sumber asli di ANTARA News ↗


