Kesepakatan diteken di Moskow
Rosatom dan PT Pembangkit Listrik Nuklir menyepakati rencana pasokan listrik dari pembangkit nuklir terapung dalam Pekan Energi Rusia. Rosatom menyebutnya sebagai proyek ekspor pertama untuk teknologi tersebut.
Dua unit untuk Halmahera
Rencana mencakup dua unit FPU-100 dengan sistem reaktor seri RITM dan kapasitas gabungan 200 megawatt. Listrik pertama diperkirakan dapat mengalir paling cepat lima tahun setelah ketentuan kontrak berlaku.
Pembiayaan mengandalkan swasta
Mitra Indonesia menyatakan proyek akan memakai skema bisnis ke bisnis dan investasi swasta tanpa APBN. Tujuannya menopang kebutuhan energi dan pembangunan di Maluku Utara serta kawasan timur Indonesia.
Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.
Baca sumber asli di ANTARA News ↗


