Mengapa kulit terasa kering

Pendingin ruangan sudah menjadi bagian keseharian di kantor, ruang belajar tertutup, maupun kendaraan. Paparan AC dalam waktu lama dapat memengaruhi kelembapan kulit karena perangkat ini mengurangi kelembapan udara di ruangan. Ketika udara menjadi lebih kering, kulit kehilangan kelembapan sehingga terasa kencang, kasar, bersisik, bahkan gatal.

Gejala yang perlu diperhatikan

Cleveland Clinic dalam artikel kesehatan yang diperbarui pada 2026 menjelaskan bahwa penurunan kelembapan udara di ruangan berpendingin dapat membuat kulit dan selaput lendir kehilangan kelembapan, dengan gejala berupa kulit kering, bibir pecah-pecah, serta mata yang terasa kering atau teriritasi. Dampaknya tidak sama pada setiap orang dan bergantung pada kondisi kulit, tingkat kelembapan ruangan, serta kebiasaan perawatan harian.

Pelembap dan kebiasaan mencuci wajah

Langkah utama adalah memakai pelembap yang sesuai jenis kulit: krim atau salep untuk kulit kering, dan pelembap bertekstur ringan untuk kulit berminyak. American Academy of Dermatology merekomendasikan pelembap tanpa pewangi, digunakan setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap dan diulang saat kulit mulai terasa kering. Sebaliknya, mencuci wajah terlalu sering, terutama dengan sabun keras, justru menghilangkan minyak alami yang menjaga kelembapan kulit.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗