Seleksi datang dari dua jalur

Panitia menerima sekitar 1.500 karya lewat pendaftaran terbuka dan melengkapinya dengan kurasi khusus. Film terpilih mewakili berbagai kawasan, termasuk Asia Barat, Asia Tenggara, Eropa, Afrika, dan Oseania.

Festival melampaui layar bioskop

Program ideas menghadirkan diskusi dan pertunjukan untuk memperluas peran festival sebagai ruang temu lintas disiplin. Efek Rumah Kaca, komunitas Papua, penggerak sinema alternatif, dan jaringan kamera analog ikut terlibat.

Rimpang menggambarkan ketahanan

Tema utama dipakai sebagai metafora bagi gerakan warga yang dapat tumbuh kembali meski menghadapi keterbatasan anggaran dan ruang. Kolaborasi dengan Jakarta Biennale menjadi salah satu bentuk berbagi sumber daya pada edisi ini.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗