Kafein bergantung metode seduh

Kopi panas dan es kopi ternyata memiliki kadar kafein yang berbeda, dipengaruhi jenis biji, lama penyeduhan, tingkat kehalusan, serta cara pembuatan. Mengutip Health, es kopi biasanya diseduh dengan air panas lalu didinginkan memakai es batu, berbeda dengan cold brew yang dibuat dengan merendam bubuk kopi dalam air dingin selama 12 jam. Es kopi yang diminum bersama es batu bisa memiliki tingkat kafein lebih rendah karena mengalami pengenceran.

Sangrai dan jenis biji

Selain metode penyeduhan, tingkat sangrai turut berpengaruh. Kopi dengan sangrai ringan dan sedang mengandung lebih banyak kafein dibandingkan sangrai gelap. Jenis biji juga menentukan, dengan robusta memiliki kandungan kafein sekitar dua kali lebih tinggi dibanding arabika.

Antioksidan dan sensasi minum

Kopi dikenal sebagai sumber antioksidan, termasuk polifenol seperti kuersetin dan flavonoid, yang dapat mengurangi peradangan serta mendukung kesehatan otak, jantung, dan daya tahan tubuh. Beberapa penelitian menemukan kopi yang diseduh dengan air panas mengandung sedikit lebih banyak antioksidan karena suhu tinggi mendorong pelepasan senyawa tersebut. Kadarnya juga dipengaruhi tingkat sangrai, kondisi lingkungan tanam, dan durasi penyeduhan, sementara dari sisi sensasi kopi dingin terasa menyegarkan dan kopi panas memberi efek hangat serta rileks.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗