Sinergi dua program

Kementerian Pariwisata dan Badan Pengawas Obat dan Makanan memperluas kolaborasi untuk meningkatkan keamanan pangan di desa wisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sinergi ini menjadi langkah strategis agar keamanan pangan menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan pariwisata, diwujudkan lewat penggabungan program Desa Pangan Aman BPOM dengan program Desa Wisata.

Sasaran pada kemampuan warga

Kerja sama diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam memilih, mengolah, memproduksi, serta mengonsumsi pangan yang aman melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan komunitas. Keamanan pangan dinilai penting untuk membangun kepercayaan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi.

Potensi 6.300 desa wisata

Saat ini lebih dari 6.300 desa wisata telah terdaftar dalam platform Jejaring Desa Wisata yang dikelola Kemenpar. Widiyanti menyebut preferensi wisatawan berkembang ke pengalaman yang lebih personal lewat interaksi dengan masyarakat setempat dan kuliner tradisional, sehingga keamanan pangan ikut menentukan kualitas pengalaman wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga desa.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗