Baterai menjadi produk hilir ekspor
Pemerintah melepas pengiriman perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan industri Weda Bay. Peresmian itu diposisikan sebagai bukti bahwa pengolahan mineral mulai bergerak menuju produk jadi, bukan berhenti pada bahan setengah jadi.
Sebelas proyek diluncurkan bersamaan
Paket hilirisasi senilai sekitar Rp180 triliun mencakup fasilitas material baterai berbasis nikel, baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolit, dan alat berat listrik. Empat proyek di antaranya sudah beroperasi komersial dan melakukan ekspor.
Koordinasi lintas kementerian dibutuhkan
Pemerintah menyatakan percepatan hilirisasi memerlukan sinkronisasi kebijakan investasi, industri, energi, dan kementerian terkait. Kepastian investasi, kemitraan strategis, serta keberlanjutan lingkungan juga disebut sebagai unsur penting.
Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.
Baca sumber asli di ANTARA News ↗


