Menghindari matahari bukan anjuran

Paparan sinar matahari berlebihan memang berisiko menyebabkan kulit terbakar, bintik hitam, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Namun anggapan bahwa dokter kulit menyarankan selalu berada di dalam ruangan kurang tepat; saran yang diberikan adalah melindungi kulit dari paparan ekstrem, misalnya dengan tabir surya, kacamata hitam, atau topi.

Durasi ideal berbeda tiap orang

Kebutuhan paparan sinar matahari bergantung pada lokasi tempat tinggal, warna kulit, usia, riwayat kesehatan, dan pola makan. Mengutip WebMD, paparan selama 5 sampai 15 menit per hari umumnya sudah cukup memberi dampak positif bagi tubuh.

Risiko bila kekurangan

Kurangnya paparan dapat dialami siapa saja, misalnya karena pekerjaan di dalam ruangan, keterbatasan beraktivitas di luar, atau tinggal di wilayah dengan durasi siang lebih singkat. Vitamin D yang diproduksi dengan bantuan sinar matahari membantu sistem kekebalan menghasilkan protein penangkal patogen, sehingga kekurangannya dapat menurunkan fungsi kekebalan dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi seperti flu dan pilek.

Catatan redaksi

Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.

Baca sumber asli di ANTARA News ↗