Indikator makro
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen, angka yang ia sebut lebih tinggi dari rata-rata global sekitar 3 persen serta tertinggi di antara negara G20. Pertumbuhan itu ditopang kinerja investasi dan sektor produktif yang terus diperkuat.
Sektor riil dan keuangan
Airlangga menyebut Purchasing Managers' Index manufaktur berada di 52,4, surplus dagang positif, indeks keyakinan konsumen 118,1, tingkat pengangguran 4,65 persen, dan rasio gini membaik ke 0,368. Defisit APBN tercatat 1,24 persen, suku bunga acuan Bank Indonesia dipertahankan 5,75 persen, imbal hasil surat berharga negara tenor 10 tahun 7,21 persen, cadangan devisa 146,3 miliar dolar AS, serta kredit bank tumbuh 13,65 persen dengan kredit macet 2,11 persen.
Stimulus kuartal IV
Sidang kabinet juga membahas paket stimulus kuartal IV 2026 untuk menjaga daya beli dan konsumsi rumah tangga. Program satu orang satu rekening dianggarkan Rp1,28 triliun, bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat dianggarkan Rp17,54 triliun, dan bantuan subsidi upah Rp300 ribu untuk tiga bulan disiapkan bagi 13,3 juta pekerja dan dibayarkan sekaligus pada November-Desember.
Claudio Daily merangkum dan menulis ulang informasi dari laporan sumber. Untuk konteks lengkap, kutipan, dan pembaruan terbaru, baca laporan asli.
Baca sumber asli di ANTARA News ↗


